Berdasarkan survey, tiga dari empat wanita mengalami infeksi jamur pada area sensitifnya, yakni rasa gatal seperti terbakar dan sangat tidak nyaman. Infeksi vagina umumnya disebabkan oleh gangguan bakteri vaginosis dan banyk dialami wanita usia 15 sampai 44. Inilah yang dapat menyebabkan gatal atau nyeri.
Jika Anda mengalami gatal seperti ciri-ciri diatas, mungkin penyebabnya adalah HIDDEN CULPRITS
Pil kontrasepsi kombinasi estrogen-progesteron dan cincin kontrasepsi dapat menekan ovulasi sehingga bisa menimbulkan rasa gatal. Pelumasan alami yang dihasilkan saat sel telur dilepaskan juga memungkinkan menimbulkan efek yang sama, kata ginekolog Alyssa Dweck, MD.
Kekeringan pada area miss v juga bisa menyebabkan gatal. Untuk mengatasinya sebaiknya gunakanlah pelembab v*gina sekali atau dua kali seminggu, dan jika langkah itu tidak menyelesaikan masalah Anda, bicarakanlah dengan ginekolog Anda tentang bentuk kontrasepsi alternatif, seperti AKDR Ion nonhormonal atau diafragma.
Kata Dweck : Penyebab gatal pada miss v juga bisa dibawa oleh wewangian yang terdapat pada bantal, guling, lateks atau spermisida yang umumnya ada pada kondom.
Beberapa wanita ada juga yang alergi terhadap sperma. Jika hal ini yang Anda alami sebaiknya temui ahli alergi untuk melakukan tes pada kulit Anda. Jika Anda didiagnosis demikian, maka gunakanlah kondom atau antihistamin pop setidaknya 30 menit sebelum bercinta.
Catatan untuk pecinta lingerie: "Pakaian dalam yang terbuat dari bahan sintetis tidak menghilangkan kelembaban, sehingga keringat bisa terkumpul dan tetap menempel pada kulit Anda, menyebabkan iritasi dan menciptakan tempat berkembang biak yang baik bakteri atau ragi," kata Dweck. Keduanya bisa membuat Anda merasa gatal, jadi pilihlah celana katun di siang hari, dan tidurlah dengan menggunakan pakaian berbahan katun juga (atau lebih baik telanjang) di malam hari. Sebab pakaian yang berbahan katun dapat menyerap keringat dengan baik sehingga mengurangi kelembaban pada miss v Anda.
(Sumber : prevention.com)
